Makan Apa Selama di Vietnam? (Pemberhentian II: Nha Trang & Ho Chi Minh)

“Kok mager yah mau pindah kota, masih banyak yang belum dicoba di Hanoi…”

Pikir saya saat harus meninggalkan Hanoi. Saya enggak menyangka bisa emotionally attached pada kota ini, lebih tepatnya pada makannya. Hehe. Apa boleh buat, saya hanya merencanakan untuk menghabiskan 3 hari di Hanoi, terlanjur membeli tiket pesawat ke kota lain.

nha
pemandangan sesaat sebelum mendarat di Nha Trang

Melanjutkan perjalanan saya mencari makanan enak di Vietnam, saya melesat ke kota Nha Trang dengan menaiki Vietjet. Awalnya saya memang berniat naik kereta, tapi dengan harga yang tidak jauh berbeda dan waktu perjalanan terlalu lama, saya mengurungkan niat mencoba sleeper train menuju Nha Trang.

Aroma Laut yang Kencang di Nha Trang

chill
hanya ingin leyeh-leyeh di bawah payung

Nha Trang adalah sebuah kota yang dekat dengan pantai. Kota ini sekilas mengingatkan saya akan pulau Bali. Nha Trang terkenal dengan pantainya. Snorkelling, diving, cruising, dan olahraga air lainnya menjadi pilihan wisata yang umum ditemui di kota ini. Saya sih enggak memilih satu pun dari itu, karena niat saya hanya leyeh-leyeh di pinggir pantai menikmati angin, suara ombak, dan es kelapa. Saya menginap di sebuah hotel yang dekat dengan pantai Nha Trang. Sekilas suasananya seperti pantai Kuta di Bali, di mana tidak jauh dari bibir pantai terdapat jalan raya dan pusat perbelanjaan. Selama di Nha Trang agenda saya hanya berkeliling kota, melihat-lihat beberapa tempat wisata yang tidak begitu jauh dari hotel, tapi tidak cukup dekat juga untuk dicapai dengan berjalan kaki, bersantai, dan mencari makanan enak, terutama seafood. Langsung saja ya, kita makan, eh maksudnya kita bahas soal makanan.

Nasi Goreng dan Lumpia Goreng di Warung Pinggir Jalan

IMG_20180930_155845
nasi gorengnya enak
IMG_20180930_155205
lumpia goreng biasa saja

Sesaat setelah mendarat di Nha Trang, saya yang kelaparan ini berjalan sedikit dari hotel, lalu menemukan sebuah warung makan pinggir jalan. Saya memesan nasi goreng dan lumpia goreng. Mungkin karena lapar, nasi goreng ini terasa sangat enak atau karena nasi gorengnya mengandung babi. Porsinya cukup banyak dan bikin kekenyangan, dan yang penting enggak pakai kecap. Bertolak belakang dengan nasi gorengnya, lumpia goreng yang saya pesan enggak begitu enak. Ya, memang enggak adil membandingkannya dengan lumpia goreng kepiting yang saya makan di Hanoi, tapi lumpia goreng ini enggak sanggup untuk saya habiskan.

Lokasi: Sebuah warung yang saya enggak ingat namanya, dekat Aaron Hotel (6 Trần Quang Khải, Lộc Thọ)

Harga: lupa, sekitar 25 ribu rupiah untuk nasi goreng, dan 20 ribu rupiah untuk lumpia goreng.

Penilaian: efek lapar jadi subjektif, tapi ingin membungkus nasi gorengnya.

Mars Ice Cream

IMG_20180930_202435
mengapa kau tak ada di Indonesia?

Kamu mungkin enggak asing dengan coklat bermerk Mars, tapi yang saya temui di sebuah mini market di Nha Trang adalah Ice Cream Mars. Rasanya enggak jauh berbeda dengan rasa coklatnya, dengan rasa karamel yang kuat. Bayangkan coklat Mars di bagian luar yang kamu gigit itu, lalu terdapat kejutan es krim vanila di dalamnya. Perpaduan coklat dan es krim yang sungguh nikmat. Saya sarankan produk ini segera dijual di Indonesia deh.

Lokasi: Mini market kesayangan warga Nha Trang.

Harga: sekitar 20 ribu rupiah.

Penilaian: manisnya tak hanya di mulut saja.

Bánh Crepe (Crepes)

IMG_20180930_205744
cukup kenyang untuk berdua

Makanan yang satu ini menggunakan adonan dan wajan yang serupa dengan crepes yang kita kenal di Indonesia. Bedanya, crepes di Nha Trang ini enggak dilipat membentuk segitiga, melainkan persegi panjang. Isian di dalamnya juga lebih banyak dan crepes-nya enggak kering. Ada dua jenis crepes yang bisa kamu coba, yaitu isian manis dengan coklat, keju, pisang, stroberi, dan berbagai macam selai; dan isian asin dengan daging atau ayam dengan saus mayonaise. Saya membeli crepes isi ayam sebagai makan malam, membungkusnya untuk dimakan di hotel.

Lokasi: Di depan mini market kesayangan warga Nha Trang, dan di pinggirian jalan lainnya.

Harga: sekitar 25 ribu rupiah.

Penilaian: creamy dan lembut di mulut, porsinya cukup mengenyangkan meski dibagi dua.

Breakfast Buffet di Aaron Hotel

IMG_20181001_091810
semangat bangun pagi demi sarapan fancy

Aaron Hotel adalah tempat menginap terbaik yang pernah saya singgahi di Vietnam. Kamarnya luas, fasilitasnya lengkap dengan kolam renang kecil yang terletak di rooftop. Sarapan yang disediakan juga sangat enak, hampir sama dengan menu sarapan hotel pada umumnya, namun dengan beberapa makanan khas Vietnam seperti Bánh mì, spring roll, dan berbagai sayuran. Bintangnya adalah bacon strip yang terlihat seperti bacon strip biasa, tapi rasanya enak banget.

Lokasi: Aaron Hotel, 6 Trần Quang Khải.

Harga: gratis karena sudah termasuk biaya menginap semalam.

Penilaian: sarapan yang sungguh terngiang.

All You Can Eat Seafood Buffet

IMG_20181001_175719
sebenarnya malas masak sendiri, tapi ini enak jadi enggak apa-apa

Sepanjang jalan di Nha Trang kamu bisa menemukan banyak restoran yang menjual seafood. Meski jajan di Vietnam itu murah, tapi seafood-nya tetap saja mahal. Pilihan saya jatuh pada sebuah seafood buffet dengan konsep all you can eat. Berbagai jenis panganan laut tersaji berderet di meja panjang, yang bisa kamu ambil sepuasnya selama 2 jam. Kamu harus memasak sendiri bahan makanan yang kamu ambil, membakarnya di atas bara api yang disiapkan di meja, atau merebusnya dengan panci yang diberi kuah kaldu. Saya dengan kalap mengambil banyak udang untuk dibakar, meski pengunjung bisa mengambil sepuasnya, kualitas bahan makanan di sini sangat baik. Tak hanya udang, macam-macam ikan, cumi, dan berbagai jenis kerang, kepiting pun tersedia di buffet ini. Kamu juga bisa memilih berbagai saus khas Vietnam. Saya sih paling suka saus pedas manis dengan taburan kacang yang banyak, karena enggak terlalu mengerti cara meraciknya, saya hanya mencoba-coba sesuai selera saja. Selain menu utama seafood itu, kamu bisa menikmati lumpia, kentang goreng, nasi, dan berbagai jenis sayur dan buah. Lengkap banget lah pokoknya.

Lokasi: BBQ Vườn Nướng, 65 Lê Thánh Tôn.

Harga: 250.000 vnd/orang sudah termasuk air mineral yang bisa diambil sendiri di dispenser.

Penilaian: seafood sepuasnya, AYCE terpuas dalam hidup saya.

Makan seafood sepuasnya menjadi makan malam penutup saya di Nha Trang. Selain karena keesokan harinya saya harus bertolak ke Ho Chi Minh, uang saku yang saya bawa juga sudah semakin menipis.

Mencari Makan Siang Kesukaan Anthony Bourdain di Ho Chi Minh

IMG_20181002_132307

Saya mendarat di Ho Chi Minh dengan uang yang sudah sekarat. Saya memang membatasi uang saku yang saya bawa agar enggak khilaf, tapi apa daya jajanan di Vietnam terlalu menggoda, sehingga saya harus tarik tunai di atm terdekat. Enggak apa-apa, enggak saya sesali malah saya sempatkan untuk menyambangi tempat makan yang menjadi salah satu tempat wisata kuliner kebanggaan Ho Chi Minh.

Menu Selasa di Lunch Lady

Lunch Lady menjadi tujuan utama saya di Ho Chi Minh. Tempat ini terkenal sejak didatangi oleh Anthony Bourdain, seorang koki, penulis dan sekaligus pembawa acara dokumenter kuliner terkenal yang tayang di CNN. Bourdain memuji tempat ini, terutama karena menu yang disajikan oleh Nguyen Thi Thanh, sang pemilik warung sangatlah bervariasi. Ibu yang disebut Lunch Lady itu menyiapkan menu-menu berbeda setiap harinya, dengan jadwal yang bisa dilihat di internet. Saya datang pada hari Selasa, jadi sepertinya menu yang saya makan itu bún Mọc. Kalau melihat deskripsinya, mi kuah dengan kaldu jamur, kuah yang bening, sepertinya sesuai dengan yang saya makan, meski saya enggak begitu yakin karena menu di The Lunch Lady bisa saja berubah sesuka hati. Saat kamu datang kamu hanya akan ditanya mau pesan berapa posrsi, karena kamu hanya bisa memesan menu yang sesuai dengan jadwal. Semuanya adalah menu mi kuah khas Vietnam, namun dengan jenis yang beragam. Tempat makan ini hanyalah warung di pinggir jalan kecil dengan gerobak dan kursi meja plastik, tapi tempat ini menjadi salah satu tempat makan siang paling diburu oleh turis.

Apapun mi kuah yang saya makan itu, saya enggak peduli dengan namanya karena rasanya sangat enak. Sedap banget. Lezat sekali. Entah berapa banyak padanan kata yang bisa saya gunakan untuk menggambarkan betapa enaknya makanan ini. Saya hampir menangis-seperti di manga bertema masak-saat menyeruput kuahnya. Ditambah dengan mi dengan bentuk dan tekstur bakmi dan berbagai isian daging dan sayur di dalamnya. Sebagai side dish Lunch Lady menyediakan bakwan udang yang terlihat menggiurkan tapi enggak saya coba karena kenyang, dan spring roll yang terlihat menyehatkan namun enak. Saya sempat mecoba spring roll-nya, rasanya segar sekali untuk dimakan. Sejenak saya ingin menjadi vegetarian, tapi enggak jadi.

Lokasi: Lunch Lady, Chung Cư, Lô D, Nguyễn Đình Chiểu, Đa Kao, Quận 1

Harga: 40.000 vnd/porsi, belum termasuk minum dan side dish.

Penilaian: ingin menangis bahagia dan membawa pulang kuahnya sepanci.

Nasi Ayam Hainam

IMG_20181002_185748 (1)
seperti nasi hainam pada umumnya

Tempat makan ini saya pilih karena dekat dengan hotel yang saya tempati di Ho Chi Minh. Menu Nasi Ayam Hainam adalah menu yang familiar ditemui di Indonesia atau di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Enggak ada alasan khusus mampir di restoran ini, selain karena harganya murah, rasanya enggak mungkin zonk, dan dekat dengan hotel. Selain nasi ayam terdapat juga pilihan daging bebek, daging babi, dan daging sapi.

Lokasi: Cơm Gà Hải Nam, 205 Calmette, Phường Nguyễn Thái Bìn, Quận 1

Harga: 50.000-110.000 vnd tergantung menu yang kamu pesan. Nasi Ayam Hainam hanya 50.000 vnd saja.

Penilaian: seperti nasi ayam hainam yang sudah saya kenal lama.

Restoran Món Huế

Pemberhentian makan terakhir jatuh pada restoran bernama Món Huế yang cabangnya banyak ditemui di Vietnam. Saya enggak begitu tahu menu apa yang disajikan oleh Món Huế, tapi saya putuskan untuk berhenti karena harganya murah dan kebetulan sudah 2 kali lewat selama jalan-jalan di Ho Chi Minh. Món Huế menyajikan menu makanan khas Vietnam, dengan mi dan banyak sayuran. Makanan enak dan murah, apalagi yang bisa membuat saya bahagia di kota ini selain kedua hal itu. Entah mengapa hari itu saya diberi dessert gratis oleh Món Huế, seperti pudding karamel yang rasanya manis dan lembut. Mungkin mereka tau kalau saya sudah kehabisan uang, atau memang itu adalah hari keberuntungan saya. Saya cinta Món Huế, hehe, tapi kalau mau mengelap tangan pakai tisu basah yang disediakan, kamu harus  membayar biaya tambahan 2000 vnd ya, murah lah itu.

Lokasi: Món Huế , 80 Đồng Khởi, Bến Nghé, Quận 1

Harga: yang saya makan kayaknya cuma 40.000 vnd, enggak tau namanya apa.

Penilaian: enak dan murah, dengan harga jelas anti tembak-tembak klub.

Usai sudah petualangan makan saya di Vietnam, sampai sekarang sih masih timbul rasa-rasa rindu makan di Lunch Lady ataupun Bun Cha Dac Kim. Saya berjanji nanti kalau sudah lebih mapan dari sekarang, saya akan kembali ke Vietnam untuk jajan lebih banyak lagi.

sebuah video mengenai hal-hal seru di Vietnam:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

<span>%d</span> bloggers like this: