Menyatakan Cinta Pada Benedict Cumberbatch

original.gif

“The Game is Something…”

Tokoh Sherlock yang diperankan Benedict Cumberbatch mengucapkannya saat sedang mabuk berat, membuat saya tertawa keras di kamar. Sudah berkali-kali serial Sherlock episode The Sign of Three saya putar ulang, sampai hampir hapal semua dialognya.

Bermula dari kegemaran saya mengikuti novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, saya jadi suka melihat berbagai karya adaptasi dari novel tersebut, mulai dari komik, serial, sampai film. Tapi serial Sherlock yang dirilis BBC memiliki penggambaran Sherlock Holmes yang berbeda dari novelnya yang berlatar London di era Victoria. Serial ini menampilkan Sherlock di abad 21, versi modern yang tidak merusak karakter asli Sherlock, malah membuatnya terasa lebih relatable dengan kita. Serial ini juga yang membuat saya jatuh hati pada Benedict Cumberbatch.

Benedict-Cumberbatch-01-690x360.jpg

Setelah Sherlock, saya mulai mengikuti perjalanan karir Benedict, mencari film-film lama dia, sampai mengikuti setiap rilisan terbarunya. Ada malam-malam yang saya habiskan dengan menonton video wawancara Benedict di berbagai acara. Semakin saya tonton, saya semakin kagum padanya. Ia tidak hanya piawai memerankan berbagai karakter manusia maupun melalui animasi, tapi sosok personalnya pun sungguh membuat saya semakin cinta. Tidak pernah terpikir dalam benak saya, suatu saat saya bisa mewawancarai dia. Bermimpi pun tidak berani, tapi kesempatan itu datang saat menjelang rilis film Avengers: Infinity War.

Kantor tempat saya bekerja mendapatkan undangan press conference film Avengers: Infinity War di sebuah bioskop di Jakarta. Undangannya menyebutkan ini adalah press screening sekaligus digital press conference. Saya ingat hari itu saya berangkat tanpa ekspektasi apapun, karena saya tidak tahu acara ini akan dihadiri oleh Benedict Cumberbatch lewat video langsung. Saya pikir kami di Indonesia hanya akan diputarkan video rekaman wawancara saja.

Sampai di lokasi acara kami dipersilakan menonton sneak peek 10 menit dari film Avengers: Infinity War yang hari itu belum rilis. Saya sedikit histeris karena adegan yang dipilih adalah adegan pertemuan Tony Stark dan Dr. Strange di Sanctum Sanctorum. Setelah pemutaran selesai, pembawa acara menyebutkan bahwa kami boleh menuliskan pertanyaan di kertas yang telah disediakan. Pertanyaan bisa ditujukan pada Joe Russo, Benedict Cumberbatch, dan Karen Gillan. Hanya 10 pertanyaan yang akan dipilih dan bisa ditanyakan langsung kepada mereka. Saya sedikit terkejut karena karena tenyata saya bisa bertanya langsung melalui sambungan live video interactive. Saya menuliskan sebuah pertanyaan tak penting untuk Benedict. Setelah semua pertanyaan dikumpulkan, pembawa acara pun mengumumkan 10 orang yang terpilih. Dengkul saya terasa lemas karena nama saya dipanggil pertama kali.

Benedict-Cumberbatchs-Doctor-Strange-GettyImages-518892994-920x584.jpg

Saya dapat kesempatan pertama untuk bertanya. Para kru menyiapkan posisi tempat saya berdiri di depan microfon, kami disuruh bertanya bergantian sesuai urutan. Selama kurang lebih setengah jam sejak pembawa acara menyuruh saya bersiap-siap untuk bertanya hingga kami tersambung dengan Joe, Benedict, dan Karen di Singapura. Selama setengah jam itu juga perut saya mulas seperti sedang menahan buang air besar.

Kesempatan itu datang. Layar besar menampilkan close up wajah Benedict Cumberbatch. Saya berdiri menahan gemetar dan dan mencoba bicara dengan lancar. Pembawa acara memperkenalkan saya, dan Benedict dengan hangat menyapa dengan menyebut nama saya. Gimana saya enggak lemes? Bukan pertanyaan yang keluar dari mulut, saya malah menyatakan cinta.

“Hello Benedict”

“Hi Ira”

“I love you Benedict”

“Aww thank very much. Love you too” ucapnya diiringi tawa riuh semua orang di ruangan itu.

Selanjutnya saya seperti kehilangan kesadaran. Pikiran saya kacau balau. Adegan pernyataan cinta itu berputar-putar terus di kepala saya. Rasanya malu banget. Interaksi singkat saya dengan Benedict menjadikan hari itu sebagai hari terbaik dalam hidup saya. Betapa beruntung karena setelah saya, 9 orang lainnya tidak disapa dengan nama. Saya beruntung karena mendapat kesempatan pertama. Terlebih lagi, saya beruntung karena sempat menyatakan cinta.

tenor

Jadi, 16 April 2018 tercatat sebagai hari di mana Benedict Cumberbatch melihat wajah bodoh saya, mengucapkan “Hi”, memanggil nama saya, dan pada akhirnya ia tahu bahwa saya sangat mengagumi dia.

Tepat pada hari ini, 19 Juli 2019 Benedict menginjak usia 43 tahun. Selamat ulang tahun untuk detektif, om-om, naga, singa, penjahat luar angkasa, ilmuwan, dan tukang sihir kesayangan kami, Benedict Cumberbatch.

 

NB: Toton video bersejarah itu di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

<span>%d</span> bloggers like this: